Telemarketing

Telemarketing. Pernah denger kata itu? Sesuai namanya Telemarketing berarti pemasaran yang dilakukan dari jarak jauh, kebanyakan menggunakan telepon. Biasanya yang menggunakan tipe pemasaran seperti ini antara lain Bank, perusahaan asuransi, kartu kredit bahkan jasa wisata.

Kenapa gw tiba-tiba ngomongin ini? Karena barusan gw ditelepon sama seorang telemarketing asuransi. Dia mengaku dari perusahaan “C”. Setelah basa basi sejenak, dia mulai bertanya-tanya tentang penggunaan kartu kredit gw.

 

Beberapa hal yang gw kurang begitu suka adalah :

1. Si penelepon ngga menyebutkan nama

2. Ga ngasihtau dapet data pribadi gw darimana

3. Bilang gw nasabah istimewa terpilih dari sekian banyak nasabah (which is absolutely bullshit since i have used my credit card for only a month)

4. Nelponnya pas jam kerja (cenderung mengganggu pekerjaan orang lain)

5.Cenderung memaksa gw untuk segera memutuskan bakal ngambil asuransi itu apa engga karena dia ga mau ngasih info lebih lanjut via email atau apapun (ya gimanapun kan gw ga bisa langsung memutuskan, harus ngerti produk dan perusahaannya dulu)

 

Akhirnya gw bilang gw lagi di jalan (emang bener lagi di motor) dan dia minta nelepon setengah jam lagi. Gw ijinin, tapi selama setengah jam itu gw coba cari-cari info tentang telemarketing, terutama dari perusahaan “C” tersebut.

 

Gw pun nemu beberapa artikel tentang telemarketing, beberapa di antaranya membuat kita harus waspada :

http://nicoreinaldo.blogspot.com/

http://www.tribunnews.com/2012/02/07/tindakan-agen-sales-chartis-sungguh-tak-terpuji

http://kuncoromm.blogdetik.com/2009/06/19/hati-hati-dengan-penipuan-melalui-telemarketing-anda-harus-waspada/

 

Yah, begitulah telemarketing, memang terkadang mengganggu. Di satu sisi memang itu tuntutan pekerjaan mereka. Namun memang seharusnya tetap memperhatikan etika dan tata krama. Anyway, gw pribadi ngerasa belom terlalu butuh asuransi (dan ga punya duit juga buat bayar polisnya :p).

Gw juga mempertanyakan keefektifan telemarketing ini. Dengan kondisi di Indonesia sekarang yang rawan penipuan atau hipnotis via telepon, orang pasti akan cenderung curiga bila menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, dan gw yakin para calon pembeli asuransi pun akan lebih membeli asuransi dari pihak yang mereka kenal atau setidaknya melalui pertemuan langsung.

 

Setengah jam pun berlalu dan handphone gw masih berdering berkali-kali selagi gw membuat tulisan ini..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s